Dan Lain Lain

puisi kelam - kebencian (Dendam)


Aku hanya terdiam,
atas pernyataan yang kau utarakan tempo hari
Karna tak ada satupun kenyataan yang berpihak pada hatiku…
denyut-denyut kesesalan mengenalmu,
iringi debaran-debaran yang terpendam dalam dada.
Tajamnya mata ini mengiring kebencian,

kebencian ini pun meruncing
seperti runcingnya ujung Panah yang saat ini ku pegang…
yang sampai saat ini aku tahan untuk satu arah,
sampai saat waktu semakin terlihat kasat dan kelam…
sampai akhirnya,
rasa benci dan rasa dendam kalahkan cinta dan ketulusan…
hingga akhir hayatmu,
jasadmu harus terdiam dan mati dengan ujung panahku,
dan hidupmu berakhir oleh runcingnya dendamku.

**

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

{ 1 komentar... read them below or add one }

Anonymous said...

SADIS AMAT GAN

Post a Comment

Archives